SRI YUNITA MAYA (Seni Lukis)
Sri Yunita Maya

Sri Yunita Maya lahir di Wabula, 12 Juni 1998 merupakan anak ke-tiga dari 5 bersaudara dari pasangan Ayahanda La Malu S.Pd dan Ibunda Wa Hayani. Masuk sekolah dasar pada tahun 2004 dan tamat pada tahun 2010. Kemudian melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Wabula dan tamat pada tahun 2013.Dan pada tahun yang sama juga melanjutkan pendidikan di SMKN 3 Bau-Bau di kota BauBau dan tamat pada tahun 2016,dan kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Makassar, di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan mengambil jurusan Pendidikan Seni Rupa.
Karya studi khusus yang diangkat yaitu seni lukis dengan menggunakan media kanvas dengan bahan cat minyak. Jumlah karya yang dihasilkan sebanyak 6 karya dengan ukuran 122 cm x 122 cm. Tema yang diangkat adalah “Budaya Buton”. Adapun yang mendasari diangkatnya konsep ini yaitu berdasarkan pengertian Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sekelompok orang, serta diwariskan dari generasi ke generasi.Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Budaya yang dimiliki setiap daerah tentunya berbeda-beda. Salah satunya yang ada di Wabula, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, budaya yang dianut oleh masyarakat memiliki makna dan multitafsir,maka disinilah posisi pentingnya sebuah kajian untuk memperoleh gambaran komprehensif terhadap keragaman budaya. Oleh karena itu saya imgin memperkenalkan budaya Buton kepada masyarakat umum bahwa kebudayaan yang ada di Wabula, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton memiliki aneka ragam budaya yang masih dilestarikan sampai sekarang.
1. Mangaru
Tarian mangaru ini adalah suatu tarian tradisonal masyarakat buton yang khas dengan mengunakan sebilah keris yang dimainkan oleh kedua tangan. Tarian ini dimainkan oleh dua orang laki-laki yang dianggap memiliki kemampuan fisik dan batin. Kedua laki-laki penari ini masing-masing memegang keris.
2. Manca
Manca bertujuan untuk menumbuhkembangkan bakat pesilat muda tradisional yang mungkin bisa berkembang di ajang nasional.
3. Mangaru Tunggal
Tarian mangaru ini adalah suatu tarian tradisonal masyarakat buton yang khas dengan mengunakan sebilah keris yang dimainkan oleh kedua tangan.
4. Ponare pemisa antara dua petarung
Tarian ini dilakukan oleh 3 orang, dua orang bertarung dan satunya sebagai pemisah.
5. ponarea
Ponarea adalah suatu tarian tradisional masyarakat butan yang khas menggunakan selendang dan kipas. tarian ini dilakukan berpasangan, laki-laki dan perempuan.
6. Mataa'no Galampa
Mataa'no Galampa Tradisi ini merupakan bentuk wujud syukur masyarakat wabula kepada sang pencipta atas hasil panen yang diberikan. biasanya dimalam hari para tetua akan berkumpul digalampa melakukan ritual adat.






Keren. Sukses
BalasHapusTerimakasih 🙏😇
HapusMantap lah
BalasHapusTerimakasih 🙏
HapusMasya Allah bagus2 gambar/Lukisannya :"). Untuk tulisan perlu diperhatikan ada beberapa yg typo (kesalahan2 dlm pengetikan), selebihnya bagus. Sukses selalu
BalasHapusMasya Allah, lukisannya keren sekali. Sukses selalu.
HapusTerimakasih 🙏
HapusKerennnn
BalasHapusKeren
BalasHapusTerimakasih nggalapa 🙏
HapusKeren. Lukisannya bagus
BalasHapusTerimakasih
HapusKerennnnn👍👍👍👍👍
BalasHapusSukses
BalasHapusAamiin
Hapussukses melestarikan budaya lewat seni
BalasHapusAamiin, Terimakasih 🙏
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKeren kk sukses selalu
BalasHapusAamiin
HapusNice
BalasHapusTerimakasih
HapusKeren sukses selalu
BalasHapusAamiin..Terimakasih
HapusSukses trus kak kedepannya kak sry...
BalasHapusAamiin, Terimakasih ade
HapusKerennya
BalasHapusTerimakasih
Hapusmantap dek, keren,
BalasHapusLuar biasa. ....sukses selalu 👍👍👍
HapusLuar biasa. ... Sukses selalu 👍👍👍
BalasHapusKeren sukses
BalasHapusTerimakasih
HapusMantap dek. Jarang sekali budaya Wabula yang diangkat pegelaran pameran seperti ini. Semoga kegiatan ini terus dipertahankan. Dan semoga kegiatan ini dilirik sama pemerintah (khususnya dinas periwisata dan dinas Perindagkop). Selebihnya sukses selalu dek Sri Yunita Maya
BalasHapusAamiin Allahumma Aamiin, Terimakasih kak atas supportnya
HapusWoww🔥🔥
BalasHapus👍👍
Hapussukses slalu 👍
BalasHapusAamiin
HapusMasyaAllah...keren skali lukisan ta dek.
BalasHapusSukses terus yah..
Aamiin,,Terimakasih bnyak kak
HapusMantap dek n peetahankan supaya budaya daerah bisa d angkat ke publik
BalasHapusOmbe akka, Aamiin Allahumma Aamiin 😇
HapusMasya allah
BalasHapusWafiika barakallah
HapusMantap skli kak, laurbiasa
BalasHapusAlhamdulillah,, Terimakasih ade
HapusKeren sekali kaka
BalasHapusTerimakasih dek
HapusMasyaAllah... Sukses selalu dek Sri Yunita Maya
BalasHapusWafiika barakallah, Aamiin..
HapusMantap nya lukisannya adeku. Semoga semakin sukses kedepannya. Budaya kita memang sangat kaya, bawa pulang ke kampung lukisannya. 🤗
BalasHapusAlhamdulillah... Aamiin.
HapusIya kak, siap 😇
Lukisannya bagus cocok dengan temanya. mengangkat kearifan lokal melalui exploitasi media lukis 👍
BalasHapusAlhamdulillah, Terimakasih kak
HapusWAOWWWW KERENNN♥️
BalasHapusSukses selalu, tetap semangat dan jangan cepat puas dengan apa yg kita raih sekarang.
Terus menggali ilmu dan belajar karena sesungguhnya seorang profesor pun masih terus belajar.
#salam_dari_Geografi_Kebumian_UHO
Terimakasih 💛
HapusSalam kembali 😊
Keren semngat selalu , buat yg mendiskripsikan tulisan dan lukisannya bagus bnget semngat sllu buat dirimu
BalasHapusAlhamdulillah, Terimakasih
HapusMasyaAllah keren lukisannya
BalasHapusTetap semangat dan sukses selalu kka
Wafiika barakallah, aamiin
BalasHapus