PROFIL PERUPA ETNOGRAFIKA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SENI RUPA UNISMUH MAKASSAR
Etnografika adalah tema pameran yang diangkat oleh enam perupa mahasiswa Unuversitas Muhammadiyah Makassar dengan Jenis karya seni Lukis dan Ilustrasi.
adapun perupa tersebut ialah:
1. Mila Karmila
Mila karmila lahir di Alluloe, 05 April 1997. Putri pertama dari dua bersaudara, dari pasangan ayahanda Sampa dan ibunda Rostia. Masuk Sekolah Dasar pada tahun 2003 di SDN no. 28 Barobbo, tamat pada tahun 2009, kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Askari Pallangga dan tamat pada tahun 2012. Pada tahun yang sama pula melanjutkan pendidikan di SMKN 1 Pallangga, tamat pada tahun 2015. Kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas muhammadiyah Makassar pada tahun 2016 dan diterima di program studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Karya studi khusus yang diangkat adalah Ilustrasi Dekoratif dengan menggunakan media kanvas dan bahan acrylic. Jumlah karya yang dihasilkan sebanyak 6 karya dengan ukuran 80x60 cm. Tema yang diangkat adalah “Asmaul Husna” yang merupakan nama-nama indah yang dimiliki oleh Allah SWT. Nama-nama indah ini tersebar di ayat-ayat suci al-qur’an untuk senang tiasa dilafalkan serta dimaknai setiap orang muslim. Masing-masing asmaul husna Allah SWT ini mewakili sifatNya yang maha sempurna.
2. Fitriyani Ibrahim
Fitriyani Ibrahim lahir di Tidore, 28 Januari 1998. Merupakan anak kedua dari 4 bersaudara dari pasangan ayahanda Ibrahim Hasan dan ibunda Hadija Saoly.. Pertama kali masuk Pendidikan Formal pada tahun 2003 di TK Sarabati Topo Kota Tidore Kepulauan, di tahun 2004 melanjutkan Pendidikan di SDN 1 Topo. Pada tahun 2010 melanjutkan Pendidikan di SMPN 6 Tidore Kepulauan dan tamat pada tahun 2013. Kemudian melanjutkan Pendidikan ke SMAN 3 Tidore Kepulauan pada tahun 2016. Dan pada tahun yang sama tercatat sebagai Mahasiswi Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Muhammadiyah Makassar.
Karya Studi Khusus yang diangkat adalah Seni Ilustrasi, menggunakan media kertas Canson dengan bahan cat acrilyc dan drawing Pen. Jumlah karya yang di hasilkan sebanyak 7 karya, dengan ukuran A2 (42x59 cm). Tema yang diangkat adalah “Kebudayaan Masyarakat Tidore”. Adapun yang mendasari di angkatnya konsep ini yaitu Kebudayaan adalah identitas kita sebagai Negara majemuk yang memiliki ratusan budaya berbeda. Kebudayaan ini seharusnya hidup di tengah-tengah masyarakat. Saya ingin memperkenalkan Budaya lokal Tidore kepada masyarakat umum bahwa kebudayaan Tidore itu sangat beraneka ragam.
3. Hunaifah
Hunaifah lahir di Parado, 10 Mei 1998 Merupakan anak tunggal dari pasangan ayahanda Syafrudin dan ibunda Jamilah. Masuk sekolah Dasar pada tahun 2004 dan tamat pada tahun 2010. Kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan tamat pada tahun 2013. Dan pada tahun yang sama pula melanjutkan pendidikan di MA Al-Mukhlisin Salama Parado dan tamat pada tahun 2016. Kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Makassar pada tahun yang sama, di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan mengambil jurusan pendidikan seni rupa.
Karya Studi Khusus yang diangkat adalah Seni Lukis dengan tema Aksara Mbojo menggunakan media Triplek, dengan bahan Cat Air. Jumlah karya yang dihasilkan sebanyak tujuh karya dengan ukuran 60X80 cm. tema yang diangkat “Tulisan Aksara Mbojo”. Adapun yang mendasari diangkatnya konsep ini yaitu karena ingin mengenalkan huruf aksara mbojo pada orang-orang disini maupun pada orang-orang Bima dan Dompu itu sendiri. Dalam lukisan ini huruf-huruf di bentuk menjadi kata falsafah Bima dan Dompu. Jadi diharapkan dengan adanya lukisan ini yang mengusung tema Aksara Mbojo ini dapat tersampaikan bahwa Mbojo juga memiliki peradaban yang tidak semua orang ketahui yaitu AKSARA.
4. Sri Yunita Maya
Sri Yunita Maya lahir di Wabula, 12 Juni 1998 merupakan anak ke-tiga dari 6 bersaudara dari pasangan Ayahanda La Malu S.Pd dan Ibunda Wa Hayani. Masuk sekolah dasar pada tahun 2004 dan tamat pada tahun 2010. Kemudian melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Wabula dan tamat pada tahun 2013.Dan pada tahun yang sama juga melanjutkan pendidikan di SMKN 3 Bau-Bau di kota BauBau dan tamat pada tahun 2016,dan kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Makassar, di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan mengambil jurusan Pendidikan Seni Rupa.
Karya studi khusus yang diangkat yaitu seni lukis dengan menggunakan media kanvas dengan bahan cat minyak. Jumlah karya yang dihasilkan sebanyak 6 karya dengan ukuran 122 cm x 122 cm. Tema yang diangkat adalah “Budaya Buton”. Adapun yang mendasari diangkatnya konsep ini yaitu berdasarkan pengertian Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sekelompok orang, serta diwariskan dari generasi ke generasi.Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Budaya yang dimiliki setiap daerah tentunya berbeda-beda. Salah satunya yang ada di Wabula, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, budaya yang dianut oleh masyarakat memiliki makna dan multitafsir,maka disinilah posisi pentingnya sebuah kajian untuk memperoleh gambaran komprehensif terhadap keragaman budaya. Oleh karena itu saya imgin memperkenalkan budaya Buton kepada masyarakat umum bahwa kebudayaan yang ada di Wabula, Kecamatan Wabula, Kabupateb Buton memiliki aneka ragam budaya yang masih dilestarikan sampai sekarang.
5. Nurainun
Nurainun lahir di kera 11 juli 1998 merupakan anak kedua dari 3 bersaudara dari pasangan ayahanda Andi Ashar dan ibunda Ratna Dewi, S.Pd , Masuk Sekolah Dasar di SD Negeri 366 Leppangeng pada tahun 2004 dan tamat pada tahun 2010. Kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 3 Bua Ponrang dan tamat pada tahun 2013. Dan pada tahun yang sama pula melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Bua Ponrang dan tamat pada tahun 2016. Kemudian melanjutkan di Universitas Muhammadiyah Makassar pada tahun yang sama, di Fakultas Keguruaan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan mengambil jurusan pendidikan seni rupa.
Karya studi khusus yang diangkat yaitu Seni Ilustrasi menggunakan media kanvas dengan bahan acrylic dan cat minyak jumlah karya yang dihasilkan sebanyak delapan karya dengan ukuran 50x60 cm. Tema yang diangkat yaitu “Potongan Ayat Suci Al-Qur’an”
6. Abidah
Abidah lahir di Pulau Pinang 15 Januari 1996, Merupakan anak pertama dari 4 bersaudara anak dari Abidah lahir di Pulau Pinang 15 Januari 1996, Merupakan anak pertama dari 4 bersaudara anak dari pasangan ayahanda La Siye dan ibunda Wa Aslamia masuk sekolah dasar pada tahun 2003 dan tamat pada tahun 2009 kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Talaga Raya dan tamat pada tahun 2012 dan pada waktu yang sama pula melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Talaga Raya dan tamat pada tahun 2015. di tahun yang sama juga melanjutkan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Makassar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan mengambil Jurusan Pendidikan Seni Rupa.
Karya studi khusus yang diangkat adalah ilustrasi dekoratif Kaligrafi dengan teknik mengukir mengunakan media kertas A2 dengan bahan cat air dan Drawing Pen jumlah karya yang dihasilkan sebanyak delapan karya dengan ukuran 42 x 59 cm tema yang diangkat yang mendasari konsep “Potongan ayat Suci Al-Qur’an”







Sukses selalu buat adik² semua
BalasHapusMasyaAllah,, sukses selalu
BalasHapusMasya Allah sukses selalu kakak2 dan jgn berhenti untuk selalu berkreasi 🙏
BalasHapusSukses Selalu Ndua😍🤗
BalasHapus