HUNAIFAH (Seni Lukis)
Hunaifah

Hunaifah lahir di Parado, 10 Mei 1998 Merupakan anak tunggal dari pasangan ayahanda Syafrudin dan ibunda Jamilah. Masuk sekolah Dasar pada tahun 2004 dan tamat pada tahun 2010. Kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan tamat pada tahun 2013. Dan pada tahun yang sama pula melanjutkan pendidikan di MA Al-Mukhlisin Salama Parado dan tamat pada tahun 2016. Kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Makassar pada tahun yang sama, di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan mengambil jurusan pendidikan seni rupa.
Karya Studi Khusus yang diangkat adalah Seni Lukis dengan tema Aksara Mbojo menggunakan media Triplek, dengan bahan Cat Air. Jumlah karya yang dihasilkan sebanyak tujuh karya dengan ukuran 60X80 cm. tema yang diangkat “Tulisan Aksara Mbojo”. Adapun yang mendasari diangkatnya konsep ini yaitu karena ingin mengenalkan huruf aksara mbojo pada orang-orang disini maupun pada orang-orang Bima dan Dompu itu sendiri. Dalam lukisan ini huruf-huruf di bentuk menjadi kata falsafah Bima dan Dompu. Jadi diharapkan dengan adanya lukisan ini yang mengusung tema Aksara Mbojo ini dapat tersampaikan bahwa Mbojo juga memiliki peradaban yang tidak semua orang ketahui yaitu AKSARA.
1. Kalembo Ade
Kalembo Ade dalam Bahasa Mbojo adalah ungkapan subjek yang selalu diucapkan dalam dialog orang Mbojo, yang makna dari kata kalembo ade itu sendiri akan berubah-ubah sesuai kata/objek yang dituju.
2. Aina Kamaru Mada ro Kamidi Ade
Aina kamaru mada ro kamidi ade merupakan salah satu falsafah Bima-Dompu yang mengandung arti rasa kepedulian. Baik terhadap keluarga maupun orang-orang disekitar. Dalam kalimat ini kita diajarkan untuk bagaimana peduli terhadap apa yang kita lihat dan terhadap apa yang kita dengar.
3. Ngaha Aina Ngoho
Ngaha aina ngoho juga salah satu falsafah Bima-Dompu yang atrinya ialah sisi lain berisi larangan untuk jangan semena-mena mengeksploitasi alam dan lingkungan dalam arti jangan rakus dan boros dalam memanfaatkan hasil alam dan lingkungan sekitar.
4. Nggahi Rawi Pahu
Nggahi rawi pahu adalah ungkapan yang mengandung petuah agar kita tidak hanya berbicara, tetapi apa yang di bicarakan harus diwujudkan sesuai kenyataan. Nggahi rawi pahu juga mengandung tekad, berbuat dan berusaha.
5. Renta Ba Rera Ka Ruku Ba Ade Ka Rawi Ba Weki
Renta Ba Rera Ka Ruku Ba Ade Ka Rawi Ba Weki ialah bahwa sesuatu yang di ucapkan harus diyakini kebenarannya dan sanggup dilakukan oleh anggota badan. Pesan yang terkandung dalam kalimat tersebut membina sikap dan watak orang Mbojo untuk selalu konsekuen, menaati semua peraturan dan menepati janji.
6. Aina Eda Mbuda Aina Ringa Mpinga
Aina Mbuda Eda Aina Ringa Mpinga. Kalimat ini mengadung arti bahwa dalam kehidupan bersosial kita harus saling tolong menolong. Sebagai makhluk sosial kita tidak boleh masa bodoh terhadap apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar.
7. Lingga pu Sadumpu Nepi pu Rui Bada
Lingga pu Sadumpu Nepi pu Rui Bada. Artinya Bantallah sepotong kayu dan berkasurlah duri kaktus, kalimat ini menandung makna jangan menidurkan mata dan mendiamkan hati maksunya ialah jangan bermalas-malasan berusaha dan bekerja keraslah.







Masya Allah... Sukses terus untukmu. Keren
BalasHapusKeren, sukses selalu...
BalasHapus